Fakta dan Analisa Circle Crop Sleman Jogjakarta

Circle Crop atau biasa disebut jejak alien beberapa hari belakangan menjadi topik hangat di dunia maya indonesia karena baru pertama kalinya circle crop ditemukan di Indonesia tepatnya di Sleman Jogjakarta. Circle Crop ini ditemukan di sebuah lahan persawahan di sleman dengan bentuk yang unik gabungan lingkaran dan segitiga yang tersusun apik dengan diameter sekitar 70 meter. Penduduk sekitar terbelah menjadi dua pendapat mengenai peristiwa ini pertama mereka yakin ini ulah manusia (didukung oleh pengkuan di salah situs studentmagz.com), yang kedua meyakini bahwa circle crop ini di buat oleh alien atau yang biasa disebut jejak alien.
Faktanya, berdasarkan berita yang dilansir thejakartapost.com tanggal 25/01/2011, crop circle ini pertama kali ditemukan oleh seorang petani lokal bernama Tukiman pada minggu pukul 6 pagi. Bahkan angkatan udara mengirimkan helikopter untuk mengamati fenomena unik ini dari ketinggian. Pemotretan areal circle crop ini dilakukan pada pukul 10.30 menggunakan heli Colibri HL 1210 selama 30 menit. Menurut pengamat UFO dari komunitas UFO Indonesia Nur Agustinus "Fenomena ini belum pernah terjadi di indonesia sebelumnya". Nur menambahkan dulu pernah terjadi berita fenomena seperti ini tahun 1986-1987 di daerah tuban tetapi berita itu masih dipertanyakan sedang yang terjadi di sleman ini sangat jelas.
Dilansir dari tempointeraktif.com, Moedji Raharto seorang astronomer indoneisa yang juga mengepalai observatorium Bosscha di lembang, mengatakan "Jika benar ini ulah UFO atau mahluk terestrial lain, hampir 100 persen saya yakin dia akan meninggalkan semacam jejak, dan mustahil dapat menutupi areal itu tanpa diketahui sekitarnya" mengingat areal persawahan itu berada di samping jalan raya. Komposisi tanah akan mengungkap fenomena ini lanjut Moedji Raharto.
Dilansir dari studentmagz.com sebuah situs yang di buat oleh penduduk lokal jogja mengatakan bahwa crop circle atau jejak UFO Sleman ini murni ulah perbuatan manusia, alias rekayasa. menurut situs ini para pelaku pembuat jejak Ufo ini tak lain dan tidak bukan adalah perbuatan beberapa mahasiswa yang kebetulan sedang liburan. Seorang mahasiswa MIPA di Jogja yang kebetulan tidak pulang kampung ketika liburan, dan nekat mengikuti teman-teman di kampusnya ke Sleman. Menurutnya, yang sebenarnya mengharamkan info ini diterbitkan, circle crop itu murni perbuatan ia dan teman-temannya yang lebih dari enam orang.

''Kami yang membuat jejak UFO ini adalah anak-anak Sains MTK dan Pertanian,'' terang mahasiswa yang setahu saya baru tamat SMA tahun 2008 ini. Si mahasiswa memang
cukup pintar soal Matematika dan gila internet. Sayangnya, si mahasiswa tidak mau memberi tahu menggunakan alat apa mereka membuatnya. Sebenarnya masih banyak lagi isi sms dan chat kami lewat FB yang sengaja tidak diterbitkan. Menurut mereka, mereka merancang dengan baik circle crop ini menggunakan desain dan ilmu hitung Matematika dengan sangat teliti.

Analisanya kemungkinan mahasiswa ini menggunakan pembajak sawah beroda, terlihat dari jejak robohan batang padi yang searah, dan kemungkinan circle crop ini dibuat pada malam hari saat sepi.

Yang jelas trik membuat jejak ufo seperti ini memang sudah ada sejak lama, dari wikipedia dapat diketahui bahwa Bower dan Chorley pada tahun 1991 menjelaskan fenomena ini dengan membuat circle crop dengan menggunakan alat sederhana, dalam waktu satu jam. Bahkan pada juli 1992 di Barkshire diadakan perlombaan membuat circle crop dengan hadiah ratusan paundsterling yang diadakan oleh Arthur Koestler Foundation.

Jadi bisa kita tebak yang mana yang berita fakta dan yang mana berita fiktif.
Baca Selengkapnya >>

Analisa Matinya Ribuan burung Blackbird di Arkansas

Beberapa jam sebelum memasuki tahun baru 2011, penduduk kota kecil Beebe, Arkansas, US,  dikejutkan dengan peristiwa matinya Ribuan burung blackbird sayap merah (Agelaius Phoeniceus) yang tiba-tiba berjatuhan dari langit. Banyak yang berpendapat bahwa ini karena keracunan udara atau makanan yang terkontaminasi pestisida namun Department of Environment Quality (ADEQ) telah melakukan pengujian terhadap kualitas udara dan tidak ditemukan bahan beracun sama sekali.

Sekitar 65 ekor bangkai burung blackbird sayap merah telah diteliti untuk mengetahui penyebab kematiannya.
The Arkansas Fish and Game Commission (AFGC) melansir bahwa mereka menerima laporan jumlah burung yang mati sekitar 2330 ekor.

menurut Karen Rowe, Ornitolog dari AFGC, matinya burung-burung ini kemungkinan disebabkan sorotan cahaya atau hujan es diketinggian (High-altitude hail). Karena tidak terdapat tanda-tanda bahwa kawanan burung ini keracunan diudara atau karena pestisida seperti yang diduga sebelumnya. 

kesimpulan ini semakin diperkuat karena fakta bahwa pada tanggal 31 desember tornado menyapu Arkansas dan sekitarnya yang merenggut tujuh nyawa. 

tetapi AGFC tidak mengatakan apakah burung-burung ini mati karena pengaruh badai.
walupun begitu untuk menghindari kemungkinan penyebaran penyakit dari bangkai-bangkai burung ini otoritas kota Arkansas tetap menyewa perusahaan pembersih limbah untuk mengumpulkan bangkai-bangkai burung ini dari taman dan atap rumah warga kemudian memusnahkannya.  

Baca Selengkapnya >>

Kronologi Konflik Korea Selatan dan Korea utara

Perang antar dua Korea pernah terjadi dari 25 Juni 1950 sampai 27 Juli 1953, adalah sebuah konflik antara Korea Utara dan Korea Selatan. Perang ini juga disebut "perang yang dimandatkan" (bahasa Inggris proxy war) antara Amerika Serikat dan sekutu PBB-nya dan komunis Republik Rakyat Cina dan Uni Soviet (juga anggota PBB). Peserta perang utama adalah Korea Utara dan Korea Selatan. Sekutu utama Korea Selatan termasuk Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Britania Raya, meskipun banyak negara lain mengirimkan tentara di bawah bendera PBB.
Baca Selengkapnya >>