Video Keindahan Aurora Borealis Setelah Badai Matahari

Badai matahari yang kemarin baru saja menerpa bumi dan dikabarkan terbesar sejak beberapa tahun terakhir ternyata tidak hanya menghadirkan kesan menakutkan karena dikhawatirkan melahirkan badai elektromagnetik yang dapat membahayakan sistem telekomunikasi di bumi, ternyata badai matahari punya cerita lain di beberapa negara di asia, inggris dan norwegia. Fenomena badai matahari ini menghadirkan kesan tersendiri di kawasan negara yang dekat dengan kutub utara dimana sesaat setelah badai matahari menerpa bumi daerah-daerah tersebut disuguhkan pemandangan menarik dengan munculnya Aurora Borealis

Aurora Borealis setelah badai matahari

Baca Selengkapnya >>

Vaksin Malaria Glaxo Akan Segera Hadir

Malaria sudah menjadi momok sejak lama dan tetap menjadi salah satu penyakit pembunuh anak-anak  terbesar di dunia. Laporan terbaru Organisasi Kesehatan Dunia tentang malaria menunjukkan kemajuan dalam hal melawan penyakit ini sejak dekade terakhir, dengan kematian diperkirakan telah menurun menjadi 781.000 pada tahun 2009 dari hampir satu juta pada tahun 2000.

Baca Selengkapnya >>

Acabion Siapkan Kendaraan Dengan Kecepatan 20.000 Km/Jam

Transportasi masa depan sudah diusulkan sejak lama oleh desainer-desainer otomotif dunia,  semakin maju manusia membutuhkan alat transportasi yang bisa memenuhi  kebutuhannya yang semakin komplek, dibutuhkan kendaraan yang aman dan punya akselerasi tinggi untuk itu. Inilah yang ingin dihadirkan oleh perusahaan swiss Acabion, yang berencana membuat sistem transportasi yang yang mampu memenuhi kebutuhan manusia itu. Direncanakan alat transportasi ini akan mampu melaju hingga 12.500 mph (20.000Km/Jam) perusahaan ini juga merencanakan membangun jaringan global untuk lintasan platform ini, diperkirakan dalam waktu dua jam lingkaran dunia dapat ditempuh dengan kendaraan ini.
Baca Selengkapnya >>

Betelgeuse Meledak Bumi Akan Punya Dua Matahari Selama Dua Minggu

2011 akan jadi tahun terjadinya banyak kejadian astronomis yang mengagumkan, salah satunya yang cukup membuat takjub sekaligus takut adalah fenomena munculnya dua matahari yang dapat disaksikan langsung oleh penduduk bumi selama kurang lebih dua minggu. Kejadian langka ini dikemukakan oleh Brad Carter, dosen fisika senior dari University of Southern Queensland, Australia, cahayanya akan sangat terang sampai-sampai malam akan menjadi seperti siang hari selama satu atau dua minggu.
Untuk periode beberapa pekan di akhir tahun ini, planet Bumi akan memiliki dua buah “Matahari”. Ini terjadi ketika salah satu bintang paling terang yang biasa hadir di malam hari meledak. Supernova, atau ledakan bintang itu akan menghadirkan pertunjukan cahaya yang paling terang sejak pertamakali planet Bumi terbentuk.

Bintang itu adalah Betelgeuse, yang berada di konstelasi Orion, berjarak 640 tahun cahaya dari Bumi. Bintang merah super raksasa ini sedang menuju akhir hayatnya dan akan meledak.
"Saat ia meledak, ia akan terbakar dengan sangat terang dan Bumi akan tampak seperti memiliki dua buah Matahari,” kata Carter, seperti dikutip dari Daily Mail, 22 Januari 2011.

Namun demikian, belum dapat dipastikan kapan bintang itu akan meledak. “Jika Betelgeuse tidak meledak di akhir tahun ini, bisa jadi bintang itu baru akan meledak beberapa juta tahun ke depan,” ucapnya. [vivanews]
Baca Selengkapnya >>

Reaktor Nuklir Sederhan Bisa Dibeli di eBay

Siap bilang pembangkit listrik tenaga nuklir itu mengerikan? Ini dibuktikan oleh seorang pria bernama Mark Suppes, seorang pengembang perangkat lunak berumur 23 tahun. Ia mengembangkan reaktor fusi nuklir sendiri disebuah gudang di Brooklyn dengan menghabiskan 35.000 USD, Mark membeli peralatan pendukung rektornya secara legal di eBay.

Baca Selengkapnya >>

Peneliti Temukan Spesies udang Baru

Peneliti di Spanish Institute of Oceanography (IEO) mendapati spesies yang sama sekali baru. Spesies ini merupakan yang ketiga yang ditemukan di kawasan Cachucho Marine Protected Area, Spanyol.
spesies baru

Setelah komunitas ilmiah menyepakati bahwa Haplomesus longiramus dan Liropus cachuchoensis, kini Politolana sanchezi menjadi spesies hewan ketiga yang ditemukan di kawasan itu dan diakui keberadaannya. Hewan air berbentuk seperti udang ini pertamakali ditemukan di selatan Bay of Biscay.
Oleh Inmaculada Frutos (peneliti dari Spanish Institute of Oceanography), Jean Claude Sorbe (dari National Center for Scientific Research of France, CNRS) memublikasikan temuannya di jurnal Zootaxa.

Politolana sanchezi, spesies crustacean berukuran sekitar 2 sentimeter ini tinggal di bawah air dengan kedalaman antara 480 sampai 829 meter. Ia ditemukan di sekitar selatan Bay of Biscay hingga kawasan barat Galicia.

Crustacean kecil ini juga bisa menggali hingga 5 sentimeter di dasar laut yang berlumpur serta berenang hingga ketinggian 1 meter di atas dasar laut. Dari eksperimen yang dilakukan, diketahui bahwa Politolana sanchezi memiliki perilaku seperti pengumpul sampah dan mencampurkan sedimen.

El Cachucho sendiri merupakan kawasan pusat keragaman biologi. Khusus crustacean saja, lebih dari 40 spesies ditemukan di kawasan tersebut. Tiga spesies baru, termasuk Politolana sanchezi ditemukan dalam waktu satu tahun terakhir.[vivanews]
Baca Selengkapnya >>

Frozen Smoke | Material Padat Terringan di Dunia

Para peneliti telah menciptakan bahan Aerogel baru yang sangat ringan serta memiliki kekuatan yang luar biasa dan kemampuan rentang permukaan yang luar biasa pula. Dijuluki,  frozen smoke,  karena bahannya yang transparan. Aerogel dibuat dari bahan turunan gel dimana komponen cairan gel diganti dengan gas, menghasilkan materi yang dikenal sebagai material padat  terringan didunia. Atau juga  dikenal sebagai "multiwalled carbon nanotube (MCNT) aerogel". Bahan ini dapat digunakan sebagai sebagai sensor untuk mendeteksi polusi dan zat beracun, seperti untuk reaktor kimia dan komponen elektronik.
frozen smoke
frozen smoke material padat terringan di dunia
Baca Selengkapnya >>

Lalat Buah Pecahkan Masalah Algoritma Jaringan Wireless

Aneh-aneh saja, dikutip dari situs discovery.com salah satu artikel beritanya menyatakan bahwa lalat buah telah memecahkan masalah komputasi yang telah membuat penasaran para ilmuan komputer sejak beberapa dekade.

Bar-Joseph, dan co-author nya Alon menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari lalat buah ini untuk mendesain sebuah algoritma distribusi komputasi baru.
lalat buah
Lalat Buah

Baca Selengkapnya >>

Wind Tower Jepang Penghasil Energi Angin Yang Efisien

Sejak dulu manusia sudah menyadari bahwa angin merupakan sumber energi yang penting. Dan hari ini, semakin banyak orang yang tertarik dengan angin sebagai sumber energi terbarukan yang bersih, tanpa polusi dan tanpa batasan.
wind tower zena
Rancangan Wind Tower
Namun hingga sekarang energi tenaga angin masih dianggap sebagai alternatif energi yang tidak efisien, terutama pada faktor alami angin yang hanya bisa dimanfaatkan dari satu arah.

Zena System, perusahaan yang berbasis di Jepang ini menjawab tantangan itu dengan mengembangkan teknologi pemanfaatan tenaga angin yang lebih efisien dengan ide mengumpulkan angin dari segala arah, kapan pun dan pada kecepatan berapapun atau yang mereka sebut 'Wind Tower theory'.

wind tower zena
Perbedaan area penerimaan angin  wind tower dengan turbin angin biasa
Wind Tower adalah bangunan heksagonal yang dapat mengumpulkan tenaga angin dari 6 sisinya, pada setiap ketinggiannya, dan pada kecepatan angin berapapun. Sebuah cara baru dalam pemanfaatan angin sebagai sumber energi terbarukan.

Udara yang masuk melalui sisi gedung akan diteruskan ke turbin di bawah gedung yang akan mengkonversi nya menjadi listrik. Perusahaan ini mengklaim bahwa sistem ini tidak tergantung pada teori nilai limit Betz yang menyatakan bahwa nilai efisiensi maksimum yang bisa dihasilkan dari turbin tenaga angin tidak akan lebih dari  59,3 %.
wind tower zena
Untuk sistem penyimpanan energi perusahaan ini menggunanakan sistem E.A.S, sistem ini  menggunakan vanadium terkonsentrasi yang menggunakan air nano dan air murni. Sehingga tidak ada resiko kebakaran dari bahan kimia. 

Sumber : [Inhabitat, Zena System]
Baca Selengkapnya >>

Mobil Tenaga Surya Tercepat Di Dunia | Sunswift IVy

7 januari 2011 Mahasiswa Australia memecahkan rekor mobil tenaga surya tercepat di dunia. Didesain dan dibuat oleh mahasiswa dari university of New South Wales, mobil ini diberi nama Sunswift IVy, dengan sumber tenaga silicon solar cell yang menghasilkan tenaga 1200 watt - setara tenaga yang dibutuhkan toaster (pemanggang roti). Sunswift IVy melaju dengan kecepatan 88Km/jam bahkan menurut sumber dari UNWS mobil ini bisa mecapai kecepatan hingga 90Km/jam,  mengalahkan rekor dunia sebelumya 79 Km/jam.
Mobil Tenaga Surya Tercepat Di Dunia
Pada saat balap 3000Km dari kota Darwin ke Adelaide dalam rangka Global Green Challange 2009, Sunswift IVy mencapati top speed hingga 103 Km/jam.
Mobil Tenaga Surya Tercepat Di Dunia
"Kami berharap dengan pencapaian ini akan memacu ketertarikan dalam pemanfaatan tenaga matahari dan teknologi energi terbarukan" kata Friedman sang proyek menejer.

Sumber: [inhabitat]
Baca Selengkapnya >>

Peneliti Indonesia Terpopuler 2010

Josaphat Tetuko Sri Sumantyo, Josh telah lama mendalami bidang antena, sensor, dan radar. Totalitas dan dedikasinya di bidang ini membuatnya meraih berbagai penghargaan. Mulai dari Nanohana Venture Competition Award, Nanohana Competition Award, hingga Chiba University President Award (kesemuanya diselenggarakan oleh Chiba University).Pada awal Maret 2010 lalu, ia juga menyabet penghargaan The Society of Instrument and Control Engineers (SICE) Remote Sensing Division Award. Anggota Society of Instrument and Control Engineers (SICE) sendiri adalah lembaga-lembaga besar seperti JAXA (lembaga antariksa Jepang), NICT (Institut Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi Jepang), NIES (Institut Nasional Studi Lingkungan), ISAS (Institut Ilmu Pengetahuan Antariksa dan Astronotikal), universitas-universitas, serta perusahaan-perusahaan besar perlengkapan antariksa Jepang mulai dari Mitsubishi, Toshiba, dan NEC.

Penghargaan ini dianugerahkan atas hasil penelitiannya berjudul 'Long term continuously DInSAR technique for volume change estimation of subsidence'. Dengan memakai metoda baru penginderaan synthetic aperture radar (SAR), Josh bisa mengukur perubahaan volume permukaan bumi dengan tingkat akurasi hingga millimeter kubik.

“Setiap perubahan di permukaan bumi beberapa millimeter kubik dapat dideteksi secara akurat menggunakan metoda saya dari ruang angkasa,” ujar Josh kepada VIVAnews melalui surat elektronik.  Menggunakan sensor yang disandang satelit milik Jepang: JERS-1 SAR dan ALOS PALSAR, dari ketinggian sekitar 800 km, Josaphat mampu mengetahui adanya penurunan permukaan bumi yang cukup besar di wilayah Bandung dan sekitarnya dari tahun 1993 hingga 2010.

Menurutnya, metoda penginderaan itu akan lebih baik hasilnya bila memakai sensor yang sedang ia kembangkan. Karena itu, Josh akan meluncurkan satelit sendiri yang akan membawa sensor besutannya pada 2014 yaitu circularly polarized synthetic aperture radar microsatellite atau disingkat CP-SAR mSAT .

Lahir pada 25 Juni 1970 di RSAU Lapangan Udara Sulaiman Margahayu Kabupaten Bandung, Josh kemudian dibesarkan di desa kecil Colomadu Kartasura Jawa Tengah, hingga SMP. Ia mulai mengenal radar-radar milik AURI saat ikut ayahnya melatih tentara di sekolah pendidikan yang bersebelahan dengan bagian perbengkelan dan pemeliharaan radar (Benhar), ke pangkalan udara Adisumarmo Solo.

Pesan Josaphat Tetuko Sri Sumantyo

Lama menimba ilmu dan berkarya di negeri orang memberikannya perspektif tentang kondisi  di tanah air. Menurut Josh, seharusnya setiap negara –termasuk Indonesia, memiliki ciri tersendiri dalam menciptakan sistem pendidikan dan budaya keilmuan, demikian juga seharusnya di Indonesia. Ia melihat kebijakan sekarang cenderung mengejar ketertinggalan teknologi dan sains Indonesia dari negara maju.

Kolektor peta kuno

Di luar kegiatan akademiknya,  Josh punya hobi mengumpulkan dokumen lama budaya Indonesia, dan peta kuno Indonesia maupun dunia. Dia banyak mendapatkan benda-benda itu melalui lelang. Koleksinya antara lain peta dari abad 19. Hobinya ini dipicu oleh kenangannya di masa kecil karena ayahnya sering membawa peta militer.


Johny Setiawan, 36 tahun, besar di Bintaro Jakarta Selatan. Sejak 2003 menjadi peneliti di Max-Planck Institute for Astronomy di Heidelberg, Baden-Württemberg, Jerman. Profesinya sebagai astronom menuntutnya untuk sering melakukan kegiatan pengamatan dari ketinggian 2400 m di tengah gurun terpencil bersuhu ekstrim, di Observatorium La Silla Chile, yang merupakan salah satu observatorium terbesar dunia di belahan bumi bagian selatan.

November lalu, Johny dan tim yang ia pimpin, mempublikasikan hasil temuan planet yang tak hanya berasal dari luar sistem tata surya, tapi bahkan diperkirakan berasal dari luar galaksi Bima Sakti.

Planet itu diberi nama HIP 13044 b. Diperkirakan, itu adalah planet yang masih tersisa dari fosil galaksi lain yang telah punah, yakni fosil galaksi Helmi Stream, yang tersedot ke galaksi Bima Sakti antara 6-9 miliar tahun lalu, dan berada di sebelah selatan konstelasi Fornax.

Johny dan timnya berhasil menemukan planet ini menggunakan spektografi beresolusi tinggi FEROS, pada teleskop MPG/ ESO yang bergaris tengah 2.2 m di observatorium La Silla Chile. Dengan mengamati pergerakan radial bintang HIP 13044, diperkirakan planet HIP 13044 b mengitari bintang induknya itu dengan periode orbit 16,2 hari.

Setidaknya bukan cuma Johny yang terkejut dengan penemuan ini. Alan Boss, seorang pakar pembentukan planet dari Carnegie Institution for Science di Washington D.C., mengatakan bahwa penemuan ini adalah sebuah 'kabar besar', karena ini merupakan sebuah anomali.
"Planet ini ... sepertinya tak terbentuk melalui mekanisme konvensional yaitu melalui inti masif batuan dan es yang lalu menarik gas-gas untuk membentuk sebuah planet," kata Boss, yang tak terlibat penelitian ini, kepada National Geographic.

Obsesi Johny membawanya mengambil studi S1 di jurusan Fisika di University of Freiburg Jerman, kemudian S2 dan S3 di University of Freiburg dan Kiepenheuer Institute for Solar Physycs. Ia berhasil menyabet gelar Doktor dengan predikat Magna Cum Laude, sekaligus melempangkan jalannya bergabung dengan Max-Planck Institute for Astronomy di Heidelberg.

tuntutan pekerjaannya membuat Johny mampu berkomunikasi dalam lima bahasa: Inggris, Jerman, Spanyol, Perancis, dan tentu saja Indonesia. Bakat melukis Johny pun tersalurkan.

Johny yang belajar melukis secara otodidak, mengabadikan planet-planet yang ia temukan ke dalam lukisannya. Karya-karya lukisan Johny sempat dimuat di New York Times dan National Geographic. Johny juga mendalami videografi sambil mendokumentasikan perjalanan serta aktivitas kerjanya.

Dr Eng Eniya Listiani Dewi, peneliti madya pada Pusat Teknologi Material, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Perempuan itu akrab disapa Dewi. Pada pukul 16.00 WIB hari itu, dia harus membawa kotak-kotak tadi ke bus kantor, yang akan mengantarnya pulang ke Bogor.

Dewi merayakan keberhasilannya meraih penghargaan Habibie Award 2010, pada akhir November lalu. Dewi, 36 tahun, adalah ilmuwan termuda penerima penghargaan yang diadakan pertama kali sejak 1999 itu.
Penghargaan tadi diterima atas konsistensinya mengembangkan fuel cell, sumber listrik alternatif bersih dan ramah lingkungan. “Fuel cell pilihan sangat tepat, saat concern kita saat ini mengurangi efek pemanasan global,” kata Dewi.

Fuel cell adalah sel elektrokimia semacam baterai atau aki, yang dapat mengkonversi sumber bahan bakar (bisa berupa hidrogen atau hidrokarbon) menjadi listrik arus searah (DC). Fuel cell bisa digunakan menyuplai listrik rumah tangga, mobil, motor, dan lain sebagainya.

Menempuh studi S1 hingga S3 di Waseda University Tokyo Jepang, Dewi memilih bidang Kimia Terapan, dan mendalami studi tentang polimer dan katalis untuk fuel cell. Penemuannya terhadap katalis fuel cell baru yang menggunakan unsur Vanadium, membuatnya mendapat penghargaan Mizuno Award, dan Koukenkai Award dari universitasnya, pada 2003.

Setelah menggondol gelar Doctor of Engineering dari Waseda University, Dewi pulang ke Indonesia. Dia lalu bergabung dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).  Pertama kali datang, Dewi sempat syok menghadapi kultur kerja yang begitu lamban. “Di sini banyak yang leha-leha. Itu bikin stress.”  Padahal, ia biasa kerja cepat, terencana dengan target.

Yang paling mutakhir adalah hasil penelitian Dewi yang melahirkan sebuah produk membran polimer untuk fuel cell yang lebih efisien dari membran yang tersedia di pasaran. Produk membran itu dia namakan ThamriON. Produk itu punya efisiensi lebih baik, karena mampu mengurangi kebocoran hingga 50 persen.

Berkat kerja kerasnya ini, wanita kelahiran Magelang, 14 Juni 1974, itu mendapat penghargaan Adikara Rekayasa Engineering PII-Engineering Award pada 2006. Di tahun sama, prototipe itu lalu juga mendapat penghargaan ‘ASEAN Outstanding Engineering Achievement Award’ dari Asia Federation Engineering Organization (AFEO).

Rahmat Hidayat peneliti di laboratorium Fakultas Kedokteran Hewan di Institut Pertanian Bogor ini menggeluti riset yang sangat berguna bagi anak-anak, dan kaum lanjut usia. Peneliti ini sedang meracik bahan susu formula baru. Susu formula itu akan menjadi penangkal diare, sekaligus anti flu burung, dua jenis penyakit yang terus menghantui masyarakat Indonesia. Dalam setahun, Rahmat berhasil menemukan Imunoglobulin Yolk dari kuning telor, yang tak mengubah rasa, warna dan bau susu. "Formula itu bisa mencegah dua jenis diare yakni akibat bakteri Escherichia coli dan Salmonella Enteritidis," kata Rahmat, kepada  VIVAnews di Bogor, Kamis 23 Desember 2010. 

Pria kelahiran Sumatra Utara 31 tahun lalu itu adalah dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB, dengan spesialisasi Penyakit Hewan dan Mikrobiologi Medik.
Bagi Rahmat, susu dan telur ayam adalah dua elemen pokok penelitiannya. Selain sebagai sumber protein hewani yang sangat bermanfaat bagi daya tahan tubuh, susu dan telur ayam bisa menjadi perpaduan ampuh menangkal penyakit yang membuat banyak orang cemas, yaitu flu burung dan diare.

Sejak 2009, Rahmat memimpin tim dari FKH-IPB untuk meneliti formula anti-flu burung dan anti-diare. Hasil penelitian mereka pada tahun pertama, ungkap Rahmat adalah memproduksi Imunoglobulin Yolk (Ig Y) anti flu burung, dan anti diare yang dibuat dalam tiga rupa, yaitu spray dry kuning telur, freezer dry kuning telur, dan ekstrak murni.

Penemuan ini adalah terbaru, dan belum ada peneliti di Indonesia berhasil menemukan susu formula anti-flu burung sekaligus anti-diare. "Formula ini berguna menghadapi tiga jenis kuman, yaitu H5N1, Escherichia coli, dan Salmonella enteritidis, menyebabkan sering terjadi diare," kata Rahmat. 

sumber : vivanews
Baca Selengkapnya >>

Plasma Dingin Solusi Pengganti Antibiotik

Para ilmuwan telah menemukan cara untuk mengobati infeksi yang diklaim bekerja lebih baik dari antibiotik. Solusinya bukan obat melainkan penerapan ilmu fisika yang dikenal dengan plasma dingin.

Dalam ilmu fisika dan kimia, plasma merupakan substansi yang mirip dengan gas dengan bagian tertentu dari partikel terionisasi. Adanya pembawa muatan yang cukup banyak membuat plasma bersifat konduktor listrik sehingga bereaksi dengan kuat terhadap medan elektromagnet. Oleh karena itu, plasma memiliki sifat-sifat unik yang berbeda dengan padatan, cairan maupun gas dan dianggap merupakan wujud zat yang berbeda. Mirip dengan gas, plasma tidak memiliki bentuk atau volume yang tetap kecuali jika terdapat dalam wadah, tetapi berbeda denga gas, plasma membentuk struktur seperti filamen, pancaran dan lapisan-lapisan jika dipengaruhi medan elektrommagnet. Plasma yang umum ditemui antara lain adalah bintang dan lampu pendar.

Baca Selengkapnya >>

Penemuan Baru Material Yang Dapat Memperbaiki Dirinya Sendiri

Peneliti Arizona State meneliti sebuah bahan yang dapat menyembuhkan dirinya sendiri atau 'self-healing' material, material self-healing ini dapat merasakan adanya kerusakan dan meregenerasi dirinya sendiri (seperti Terminator mungkin). Seperti sebuah struktur biologis, bahan ini dapat digunakan untuk mengembangkan bahan komposit yang dapat menyembuhan dirinya sendiri, menghentikan keretakan atau kerusakan dan meregenerasi bahan untuk kembali memperkuat strukturnya.

Baca Selengkapnya >>

8 Waktu Terbaik Otak Manusia

Banyak yang menduga hanya energi atau berat badan yang dapat berfluktuasi selama satu hari. Padahal otak manusia juga memiliki irama tersendiri dan ada waktu-waktu terbaiknya. Kapan saja waktu brilian untuk melakukan aktivitas tertentu?

Seperti dikutip dari Health.MSN, ada 8 waktu tertentu yang mana seseorang bisa menjadi brilian dalam melakukan tugas-tugasnya, yaitu :

Baca Selengkapnya >>

Bagian Otak Yang Memicu Ketakutan Akan Kehilangan Uang.

Takut kehilangan uang mungkin suatu hal yang lumrah pada manusia. Sebuah studi para ahli dari California, Amerika Serikat, belum lama ini berhasil menemukan bagian otak yang memicu ketakutan akan kehilangan uang.

Dalam laporan riset yang dipublikasikan jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences , para ahli mengidentifikasi daerah otak yang disebut amygdala bertanggung jawab atas perilaku seseorang saat mempertaruhkan sesuatu.

Ketika amygdala ini tidak berfungsi sebagaimana mestinya, seseorang cenderung berani mengambil risiko sangat besar.
Baca Selengkapnya >>

Modifikasi Hewan yang Ekstrim

Capung Hyperoxic
Capung Hyperoxic

Sebuah studi di Arizona State University baru-baru ini, yang disajikan di Konferensi Masyarakat Geologi Amerika 2010, menemukan bahwa capung dipelihara di lingkungan hyperoxic (lingkungan dengan konsentrasi oksigen yang lebih tinggi dari rata-rata ) tumbuh secara signifikan lebih besar. Satu hal yang mengecewakan, kita tidak berbicara tentang capung berukuran elang disini, tapi pertumbuhan sekitar 15% masih merupakan penemuan yang cukup menarik.

Penelitian ini dibangun untuk memberikan wawasan yang lebih dalam efek lingkungan hyperoxic - seperti pada masa akhir Paleozoic - mungkin ini penyebab gigantisme hewan. Studi ini menunjukkan sebagian dari akibat yang mungkin terjadi jika terjadi penurunan jumlah oksigen di udara.
Baca Selengkapnya >>

Studi Terbaru Sinyal Wi Fi Bisa Bunuh Pohon

Ilustrasi
Studi tentang dampak radiasi nirkabel pada manusia tanpa henti disuarakan, tetapi studi terbaru mengenai dampak radiasi Wi-Fi pada pohon - ya, pohon - menunjukkan bahwa teman-teman berkayu kita mungkin jauh lebih rentan daripada kita. Dan pohon tidak bisa menikmati manfaat dari Wi-Fi. Sangat tidak adil bukan.

Studi yang dilakukan oleh Universitas Wageningen, menyelidiki temuan bahwa pohon-pohon di daerah dengan kegiatan Wi-Fi tinggi (daerah perkotaan) menderita gejala-gejala yang tidak bisa dikaitkan dengan penyebab bakteri atau virus yang khas. Gejala-gejala ini meliputi pendarahan/bleeding (!), Celah di kulit, kematian bagian daun, dan pertumbuhan abnormal.
Baca Selengkapnya >>

Mesin Sinar X Portabel Mini Dengan Kristal Piroelektrik

Kristal Piroelektrik, detector dan generator sinar X
Seperti kebanyakan peralatan medis modern, mesin sinar X adalah peralatan yang sangat tergantung pada energi yang besar. Bahkan mesin sinar X portabel tetap terlalu berat untuk dibawa di medan kasar, dan terlalu cepat menghabiskan baterai. Itu sebabnya mengapa mesin radiasi portabel, dengan energi rendah dapat merevolusi kedokteran di zona bencana, di garis depan, dan di rumah-rumah pasien. Dengan menggunakan kristal piroelektrik sebagai sumber X-ray, mesin radiasi Kesehatan telah menciptakan sebuah mesin cukup kecil untuk muat di koper, cukup ringan untuk disebarkan di mana saja, dan hemat energi bahkan dapat dijalankan pada baterai laptop. dengan ukuran yang sangat mini.
Baca Selengkapnya >>

Misteri Planet Alien HIP 13004b dan Kiamat

Para astronomer mengklaim telah menemukan Planet Alien atau planet pertama yang berasal dari luar galaksi kita. Planet misteri yang seperti Jupiter, menurut mereka , adalah bagian dari sistem surya yang dulu merupakan bagian dari sebuah galaksi kecil. galaksi kecil ini pada gilirannya dimakan oleh galaksi kita, Bima Sakti, menurut tim menulis dalam the academic journal Science. Bintang, disebut HIP 13004, yang mendekati akhir kehidupannya dan jaraknya adalah 2000 tahun cahaya dari Bumi.

Tapi bintang induk itu kian renta. Daya gravitasi terhadap sejumlah planet yang mengitarinya kian lemah. Melemahnya daya gravitasi itu menyebabkan sejumlah planet terlepas dan disedot oleh daya gravitasi galaksi yang lain.
Baca Selengkapnya >>